Rabu, 19 November 2014

pengertian internet dan intranet



      Pengertian internet
Internet adalah suatu jaringan komputer yang satu dengan yang lain saling terhubung untuk keperluan komunikasi dan informasi. Sebuah komputer dalam satu jaringan internet dapat berada di mana saja atau bahkan di seluruh Indonesia. Sering juga internet diartikan sebagai jaringan komputer di seluruh dunia yang berisikan informasi dan sebagai sarana komunikasi data yang berupa suara, gambar, video dan juga teks. Informasi ini dibuat oleh penyelenggara atau pemilik jaringan komputer atau dibuat pemilik informasi yang menitipkan informasinya kepada penyedia layanan internet.
     
        Pengertian intranet
Intarnet adalah jaringan komputer-komputer yang saling tersambung digunakan suatu sistem organisasi. Misalnya: jaringan komputer-komputer PT. Telkom seluruh Indonesia. Jadi dibilang “internet” khusus. Intranet berfungsi mengkomunikasikan komputer satu dengan yang lain, persis seperti internet tatapi layanannya terbatas, tidak seluas dan seberagam di internet.

         Kegunaan internet
Bila kita melakukan akses di internet banyak sekali keuntungan yang dapat kita peroleh. Berikut beberapa kegunaan dari akses internet antara lain tercantum pada uraian di bawah ini:

       Khususnya dalam dunia bisnis sarana informasi dan komunikasi internet juga digunakan sebagai media komunikasi promosi. Contoh: untuk image company, pengenalan dan pemasaran produk.
Dalam berbagai aktivitas bisnis dan administrasi pemerintahan, secara nyata sistem komunikasi menggunakan internet, ini terbukti dapat mengurangi biaya kertas dan biaya distribusi. Contoh: koran masuk ke dalam internet (online news), majalah, brosur dan juga jurnal.
       Internet sudah semakin popular digunakan sebagai media komunikasi interaktif oleh berbagai pihak dalam bentuk: e-mail, dukungan pelanggan dengan “www”, video conferencing, internet relay chat, internet phone.
Pertukaran data dan informasi dengan sistem administrasi pemerintahan (e-goverment) atau sebagai resources discovery.
Untuk kebutuhan sistem perdagangan (e-commerce) internet sangat banyak digunakan yaitu perdagangan lewat bisnis dengan internet.
Internet juga semakin intensif dalam aktifitas perbankan, seperti untuk baking online yang memungkinkan nasabah bank melakukan transaksi secara online di depan komputer mereka (resourses sharing).

Widyatama Blog Contest

Peranan Penting Teknologi Informasi Dalam Dunia Pendidikan




      Memahami arti Teknologi Informasi 
Menurut anda apa sih Teknologi Informasi itu? Saya berpendapat bahwa hal apapun yang berhubungan dengan informasi yang akan di cari dan di gunakan oleh berbagai kalangan, khususnya kalangan berpendidikan, baik itu untuk kepentingan individu, kelompok, dan masyarakat umum lainnya yang akan dan sudah terlibat dalam sebuah sistem dan dapat di temukan di berbagai media informasi lainnya.

Peranan Teknologi Informasi dalam Dunia Pendidikan

Lalu apa kaitannya Teknologi Informasi dengan Pendidikan? Ya, jelas dari kedua isu tersebut sangatlah ada keterkaitan. Pendidikan adalah sebuah sistem yang akan dan sedang dijalankan oleh pendidik dan peserta didik. Baik itu dari pendidikan formal, informal dan non formal. Paradigma masyarakat mengenai pendidikan hanya sebatas segi formal saja pada umumnya seperti SD, SMP, SMA, dan Perguran Tinggi. Pendidikan adalah kegiatan untuk menimba ilmu, akan tetapi pertanyaannya darimanakah ilmu tersebut kita dapat?
Di jaman era informasi yang serba mudah dan cepat ini, harusnya akan sangat mudah untuk menemukan pengetahuan apa yang akan dicari. Katakan saja Internet, Handphone, Smartphone, Social Media,  dan berbagai banyak lagi bermacam media dan teknologi informasi lainnya. Terutama di Kota-kota besar pasti sudah familiar dengan istilah dan fungsi dari masing-masing perangkat teknologi tersebut. Permasalahannya adalah seberapa mendidikkah pemanfaatan teknologi informasi tersebut untuk masyarakat indonesia khususnya pada kalangan berpendidikan?. Memang ujung-ujungnya tergantung dari sifat dan perilaku pengguna itu sendiri dalam menggunakan teknologi informasi secara bijak.
Namun sebaiknya pemerintah dan institusi pendidikan seperti Universitas Widyatama sekalipun , haruslah turut eksis memperhatikan perkembangan teknologi informasi ini juga, dengan mengarahkan dan memberikan pelayanan yang kreatif dan edukatif, untuk mengintegrasikan seluruh proses seperti belajar mengajar, pelaksanaan penelitian, acara kemahasiswaan serta kegiatan akademik lainnya yang mampu membawa nama baik almamaternya. Contohnya adalah dengan pelaksanaan Widyatama Blog Contest ini secara tidak langsung akan mampu merangsang peserta untuk mengimplementasikan teknologi informasi tersebut dan menjadikan bacaan yang positif bagi pembaca. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan guna meningkatkan efektifitas penggunaan teknologi informasi dalam dunia pendidikan adalah dengan memperhatikan manfaat positf dan negatifnya.

Manfaat Positif Teknologi Informasi dalam Pendidikan

Widyatama Blog ContestMelihat pemanfaatan teknologi informasi yang sangat berpengaruh pada pendidikan dapat kita lihat beberapa pengaruh positifnya dari beberapa point sebagai berikut :


Teknologi Informasi
  • Kemudahan Akses Informasi – Hal ini akan kita dapatkan secara sengaja maupun tidak. Secara sengaja biasanya kita akan dengan mudah mencari informasi dan pengetahuan sesuai dengan apa yang kita inginkan secara cuma-cuma melalui Search Engine seperti Google, Bing, dll dengan mengetikan kata / keyword sesuai keinginan kita, misalkan “widyatama blog contest” , maka akan terlihat hasil pencarian yang relevan dengan keyword tersebut. Selain itu juga secara tak sengaja kita pun biasanya memperoleh informasi dari keyword yang mengandung link yang kita klik, contohnya seperti link dari keyword Universitas Widyatama ini. Maka kita akan diarahkan ke domain lain yang terkait link tersebut guna memberikan informasi lebih leanjut tentang hal tersebut.
  • Kecepatan Akses Informasi – Dulu kita biasanya akan mencarai buku-buku maupun referensi berupa bentuk fisik untuk mencari hal-hal dan pengetahuan yang terkait dengan penelitian atau tugas akademik ke perpustakaan, toko buku, majalah, koran dll untuk mendapatkan informasi yang kita cari. Namun sekarang berkat peranan teknologi informasi di berbagai media kita akan dengan mudah dan cepat mengakses informasi itu dari berbagai perangkat seperti internet, handphone, smartphone, social media, forum dll.
  • Informasi Dapat Diakses Dimanapun – Sekarang ini berkat adanya teknologi internet dan mobile device seperti handphone, tablet pc, laptop dan sejenisnya kita tak usah khawatir lagi jika perlu mengirimkan tugas dan bertukar informasi melalui media cyber ini ketika berada diluar sekolah atau kampus bahkan dalam perjalanan sekalipun selama terhubung ke internet.

Manfaat Negatif Teknologi Informasi dalam Pendidikan

Layaknya sebuah pisau yang diciptakan untuk memudahkan pekerjaan manusia dalam memotong sesuatu, terkadang digunakan untuk tindakan kejahatan yang tidak diinginkan. Kalau saya boleh memberikan quote mungkin teknologi informasi bisa dikatakan sebagai berikut:
Teknologi informasi saat ini memang merupakan hal yang sangat kritis, seperti yang saya ungkapkan dari quote diatas. Kehadiran banjir arus informasi yang menggunung di zaman globalisasi ini akan membuat kita berwawasan dan pintar, dan kita pasti akan selalu membutuhkannya untuk kehidupan kita yang penuh persaingan, tapi tak menutup kemungkinan akan ada konten informasi yang mungkin akan mengganggu dan secara tak sadar akan membodohi kita secara perlahan, seperti konten pornografi, judi, sara, dan unsur lain yang tak pantas di konsumsi publik dari berbagai umur.
Dari sekian panjangnya tulisan yang saya ungkapkan, dapat disimpulkan bahwa peranan teknologi informasi, perlu kita perhatikan dan tingkatkan dampak positifnya bagi masyarakat, agar mendapat informasi yang mendidik, dan terus jauhi dampak negatifnya dengan meningkatkan peraturan teknologi informasi sebagai salah satu tindakan resmi yang dilakukan oleh pemerintah seperti Depkominfo untuk meminimalisasi menindak tegas penyalah gunaan akses teknologi informasi demi terciptanya masyarakat indonesia yang cerdas dan berwawasan luas dan positif dimata internasional.
Sejarah Internet secara singkat
http://cahbaguz99.files.wordpress.com/2012/08/internet.gif?w=397&h=266
1.Pengertian Internet
    Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu
    menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia,
    dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis
    hingga yang dinamis dan interaktif.
2. Sejarah internet
    Berikut sejarah kemunculan dan perkembangan internet.
    Sejarah intenet dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika, U.S.
    Defense Advanced Research Projects Agency(DARPA) memutuskan untuk
   mengadakan riset tentang bagaimana caranya menghubungkan sejumlah komputer
   sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama
   ARPANET. Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu
   sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.
   Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan
   setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung
   menjadi populer. Pada tahun yang sama, icon @juga diperkenalkan sebagai lambang
   penting yang menunjukkan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET
mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London
merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan
Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob
Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal
pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.
Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil
mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun
kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk
sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin,
menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France
Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana
orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.
  Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka
  dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982
  dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita
  kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal
  dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda,
  Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup
  USENET.
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984
diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain
Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi
1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan
melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih.
Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan
IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling
berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000
komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling
bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa
menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk
jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau Worl Wide Web.
  Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui
  sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun
  1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama
  kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Di
  tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator
  1.0.

Saat ini aplikasi internet yang tersedia sudah banyak dan akan terus bertambah seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi informasi. Di bawah ini adalah berbagai aplikasi internet.
  1. World Wide Web (WWW). WWW adalah dokumen-dokumen internet yang disimpan di server-server yang terdapat di seluruh dunia. Dokumen web dibuat dengan menggunakan format HTML.
  2. E-Mail. E-Mail atau surat elektronik adalah aplikasi internet untuk sarana komunikasi surat-menyurat dalam bentuk elektronik. Adapun situs yang memberikan layanan e-mail seperti yahoo!, Gmail, bolehmail dan masih banyak lagi.
  3. Mailing List. Mailing list atau Milis adalah aplikasi internet yang digunakan sebagai sarana diskusi atau bertukar informasi dalam satu kelompok melalui e-mail.
  4. Newsgroup. Newsgroup adalah aplikasi internet yang digunakan untuk berkomunikasi satu sama lain dalam sebuah forum. Biasanya, anggota forum newsgroup mempunyai kepentingan dan ketertarikan yang sama serta membahas topik-topik tertentu.
  5. Internet Relay Chat. IRC adalah aplikasi internet yang digunakan untuk bercakap-cakap di internet. Bercakap-cakap di internet dikenal dengan istilah chatting.
  6. File Transfer Protocol. FTP adalah aplikasi internet yang digunakan untuk mengirimkan atau mengambil file ke atau dari komputer lain. FTP biasa digunakan untuk download dan upload file.
  7. Telnet.Telnet adalah aplikasi internet yang digunakan untuk mengakses komputer yang letaknya jauh. Telnet dapat digunakan jika kita mempunyai IP Address dengan User ID and Password ke komputer tersebut.
  8. Gopher. Gopher adalah aplikasi yang digunakan untuk mencari informasi yang ada di internet. Namun, informasi yang didapat hanya terbatas pada teks saja.
  9. Ping. Ping adalah Packet Internet Gopher yang digunakan untuk mengetahui apakah komputer yang kita gunakan terhubung dengan komputer lain di internet.
Demikian berbagai aplikasi yang ada di internet dan mungkin masih banyak lagi.

KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN INTERNET

Setiap peralatan teknologi mempunyai keunggulan dan kelemahan. Di sini saya akan mengulas keunggulan dan kelemahan dari internet.
KEUNGGULAN
1. Akses 2.4 jam
Akses informasi di Internet tidak dibatasi waktu, karena dengan lingkup global, dunia maya yang dihadirkan ‘tidak pernah tidur’. Misainya, saat sebagian besar orang di Yogyakarta terielap di tengah malam, masyarakat di New York justru sedang sibuk-sibuknya bekerja. Perbedaan zone waktu sudah tidak lagi menjadi kendala untuk menelusuri data di dunia maya. Responden penelitian yang dilakukan lewat Internet bisa memberikan respon atau jawaban sesuai dengan kondisi dan situasi yang dikehendaki masing-masing individu.
2. Kecepatan
Bila dibandingkan dengan sumber data tradisional, riset melalui Internet jauh lebih cepat, karena bersifat real-time. Kita tinggal mengkilk berbagal icon, selanjutnya tinggal menunggu hasil (tentunya tergantung pada fasilitas modem dan ISP atau Internet Service Provicer yang dipergunakan). Pencarian informasi secara elektronik melalui mesin pencarl (search engines) sangat menghemat waktu, apalagi kalau dibandingkan dengan pencarian lewat katalog perpustakaan atau pencarian buku/majalah/jurnal dirak-rak perpustakaan. Dalam hal sampling, halaman web juga menjanjikan proses yang lebih cepat dan lebih murah.
3. Kenyamanan
Penelitian lewat Internet tidak harus menghadapi berbagai persoalan birokratis, seperti ijin dari berbagai instansi untuk keperluan peilgumpulan data, ‘kerahasiaan’ informasi, dan keharusan untuk datang sendirl keinstansi bersangkutan. Selain itu, berbagai fitur (features) yang dirancang khusus dan user-ftiendly sangat memudahkan peneliti mengakses berbagal situs Internet.
4. Kemudahan akses
Menjamurnya bisnis warnet (warung Internet) di Indonesia (khususnya di kota-kota besar) membuat akses terhadap Internet menjadi lebih mudah. Persaingan antarwarnet dalam hal harga, kecepatan akses, dan fasilitas pendukung lainnya membuat para pengguna Internet lebih nyaman dan mudah memanfaatkan Internet untuk keperluan riset maupun tujuan lainnya.
5. Biaya relatif
Dibandingkan dengan membeli jurnal asli (misalnya McKinsey Quarterly), penelusuran informasi lewat Intemetjauh lebih murah. Apalagi banyak situs yang menyediakan jasa informasi secara cuma-cuma. Peneliti tinggal men-download atau mencetak file/naskah tertentu sesuai kebutuhannya.
6. Interaktivitas dan fleksibilitas
Topik dan hasil riset bisa didiskusikan melalui sarana mailing list atau chatting tertentu. Selain itu, peneliti juga bisa mengikuti perkembangan terbaru atau meminta komentar dan penilaian dari berbagai pihak mengenai hasil penelitiannya.
KELEMAHAN
1. Ketergantungan pada jaringan telepon dan Internet Service Provider (ISP)
Fasilitas jaringan telepon dan ISP sangat berpengaruh terhadap biaya pemakaian Internet dan kemungkinan akses secara keseluruhan. Hingga saat ini, biaya penggunaan Internet di Indonesia masih relatif mahal, karena tarif telepon ditentukan berdasarkan pulsa yang digunakan, bukannya atas dasar jumlah panggilan (number of calls). Selain itu, saluran telepon di Indonesia masih relatif lambat, yang pada gilirannya menyebabkan waktu akses menjadi lebib lama dan biaya akses menjadi mahal. Sementara itu, terbatasnya bandwidth sistem transmisi yang disediakan ISP dan banyaknya pelanggan yang mengakses pada waktu bersamaan memperparah akses terhadap Internet.
2. Selektivitas dan anonimitas
Salah satu persoalan dalam riset lewat Internet adalah sulitnya mengidentifikasi identitas responden. Setiap orang, termasuk yang bukan target respon, bisa mengisi kuesioner secara on-line tanpa bisa dicegah atau dibatasi. Belum lagi -adanya kenyataan bahwa setiap orang bisa memiliki sejumlah alamat e-mail berbeda dan belum tentu menggunakan identitas asli. Semua ini membuat riset secara on-line harus benar-benar selektif dalam menentukan sampling dan cara responden memberikanjawaban.
3. Karakteristik demografis pemakai Internet
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Internet lebih efektif untuk menjangkau responden yang termasuk kelompok berdaya beli atau berpenghasilan dan berpendidikan relatif tinggi. Dengan demikian Internet kurang efektif bagi penelitian yang kelompok sampeinya adalah masyarakat golongan menengah ke bawah.
4. Clutter dan “never-ending search”
Informasi yang tersedia di Internet sangat besar jumlahnya, namun tidak semuanya dibutuhkan. Pencarian tanpa strategi khusus bisa diibaratkan mencari jarum’ * dalam jerami, sehingga sang peneliti ‘terjerumus’ ke dalam belantara informasi tanpa ujung. Ini
sering membuat peneliti pemula di Internet mengalami frustrasi, karena bukannya mendapatkan informasi, tet.api justr’u menghabiskan waktu dan uang untuk pencarian yang tak tentu arah. Selain itu, godaan di Internet relatif amat besar, terutama bagi mereka yang suka menelusuri situs-situs pornografi, yang ujung-ujungnya membuat pencarian informasi menjadi tidak efektif dan lepas kendali.

5. Reliabilitas dan validitas sumber acuan hasil riset
Setiap orang bebas membuka homepage sendiri dan menampilkan berbagai informasi di sana. Implikasinya, tidak semua data dan informasi yang didapatkan lewat Internet andal dan valid untuk dijadikan acuan dalam penelitian. Selain itu, sumber informasi di Internet mudah berubah, misainya homepage yang telah berubah atau bahkan sudah tidak ada lagi. Akibatnya, peneliti harus selalu mencermati perubahan tersebut bila mengutip sumber bersangkutan.
6. Virus
Salah satu masalah yang juga tak katah peliknya adalah risiko terkena virus komputer yang mudah menyebar lewat jaringan Internet, baik lewat e-mail maupun file-file yang di-download.